Posts

Showing posts with the label life

28th May, 29 + 1

AAAA YEAY. oh waw. Hello, dear, my future +1, Back then, years ago, I arbitrary said (or declare) that I was going to marry you at the age of 24 and had 3 children already by the age of 27. Just FYI. I was blinded by the facts that my fingerprints were technologically or (psychologically) showed the ultimate goal of my life is to love and to be loved. It was well printed out in a piece of paper. Another fact I blamed was the meaning behind my name. It (also) printed out in a hard copy ancient dictionary that I destined to easily give love to someone, well yeah it turned out I was ended up hurting myself during my 20s heuuu. Yap enough for the TMI. We havent met yet, or have we? Idk, still don't have any clue. BUT, I am sure our name written already side by side somewhere, not only we know. I am sure and i hope you too, and everyone too. How you doing? Good? What you have been up to? Hows today? In times i felt lonely, i think its better if i have you by my side. Listen to all my st...

Places you want to visit

Day 4. Places you want to visit. Bandara. Tidak sekarang, tidak hari ini, tidak besok, tidak dalam waktu dekat tapi nanti saat waktunya tepat. Dalam usaha untuk menemukan jawaban yang saat ini mungkin sudah ada. Sebelum akhirnya berbalik arah karena gerbang di depan sudah tertutup rapat dan bukan aku pemegang kuncinya. Sebelum datang waktu yang tepat, entah pun akan datang atau tidak. Menemukan jawaban dari pertanyaan yang sekuat tenaga ditanam agar setidaknya semua tetap dalam kendali. Apa daya semakin ditanam semakin aneh. Pertanyaan dengan awal mengapa katanya tidak selalu memiliki jawaban. Ada yang sebaiknya dibiarkan tanpa jawab. Pertanyaan: Why don't we try? Why it doesn't work on us? Why should we keep looking for other people? Manusia. Dibanding bersabar malah memilih memberi makan ego dengan pikiran dan asumsi tak berdasar. Lagi-lagi manusia. Pendirian kuat bisa sedikit goyah hanya dengan satu sapaan. Dan manusia. Mungkin bukan aku yang akan ada di bandara dan kalaupun...

A Memory

  Day 3. A memory. Saat ini semua orang berharap fase pandemik bisa segera lewat dan menjadi memori akhirnya. So im gonna share my (wish) one and only memory yang akan selalu ku ingat selama pandemik ini. Sehabis tes cpns di pagi hari, malam harinya aku harus membawa banyak perlengkapan untuk rawat inap omku di rumah sakit. Long story short, beliau suspect covid dengan segala gejala yang ada meskipun hasil swab belum keluar. Aku menunggu di lorong igd sampai hampir jam 1 malam. Selama itu, kami para penunggu pasien dihadapkan pada lalu lalang ambulan, pasien rujukan yang dijaga ketat pasukan APD lengkap sampai keranda jenazah yang wafat di igd. Tidak ada pilihan lain selain menjadi kuat. Pemandangan yang jika dibayangkan lagi, ngeri. Jam 1 malam, omku dibawa ke ruang isolasi untuk dirawat. Gejala beliau sudah tidak berat, tergolong ringan sampai sedang. Aku berjalan mengikuti omku yang didorong oleh perawat ber-APD. Perjalanan dari igd ke ruangan ini pun tidak membuat tenang. Me...

Pasca sarjana - S2 - Bandung - Tenaga Listrik

Image
Heyho! Judulnya sangat tidak santai tapi demi keberfaedahan post ini gapapa ya. Dari banyak post tentang S2, ini harusnya jadi yang paling utama karena post lain kebanyakan sambat. Aku yakin tiap orang punya visi misi berbeda dalam hidupnya ketika ambil S2 selain dahaga akan ilmu pengetahuan. Aku cuma mau sharing, syukur-syukur bisa membantu kalian yang sudah atau akan ambil S2 ITB STEI jurusan Teknik Tenaga Listrik. Visi misi awalku memang ketertarikan dengan dunia arus kuat sehingga memutuskan untuk ambil jurusan ini. Setelahnya aku punya visi lain yaitu ingin lulus lebih cepat (3 semester, normalnya 4 semester) namun dengan track record yang mumpuni (dulu becandaan pas kuliah, lulus cepet either emang di wisuda atau DO, nauzubillah). Yaudah kan sambat lagi, markimul--mari kita mulai. Pertama, susun rencana mata kuliah yang akan diambil selama 3 semester (syarat lulus 36 SKS). Sebagai anak pindah jurusan (dari arus lemah ke arus kuat dan alone di Bandung), aku sanga...

dari masa lalu, kemudian berlalu

heyho! disclaimer: tulisan ini tidak untuk menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak, hanya sekedar pikiran yang harus dicurahkan. kamu. sebulan atau dua bulan kemarin yang tiba-tiba datang lagi ke hidupku. kamu yang dua tahun ke belakang sudah tidak pernah terlintas apalagi ku rasakan. kamu yang ketika datang cukup membuatku tercengang, ah tapi kita sudah dewasa. kita (atau aku ya?) yang sudah secara gamblang dari awal pembicaraan membahas alasan apa yang membuat kamu datang lagi. aku sedang menjadi pengecut, langsung bertanya di mana kamu akan menghabiskan masa tua mu. hal ini penting karena kita terpisah 150km jauhnya. benarkan? kamu ingin menua di sana dan aku sedang berusaha agar bisa menua di tempat yang bahkan hampir 200km jaraknya dari domisilimu. awalnya tak ku hiraukan hadirmu sampai akhirnya kita berbicara lebih dalam lagi. aku tidak berani mendahului tuhan, jika tuhan menakdirkan pun aku bisa apa. kamu pun begitu. sejatinya sebagai makhluk kita hanya ...

My life directly is directed by the Director..

Heyho! Astagfirullahalazdim... This post sincerely is my thought about my experience that made me more confident living my life as it created to be by the Director. If it contains something that shows my pride over my Director, trust me that i don't mean that. (for the grammar also). Here i go! As i get older by the time, the Director shows me lots of thing which really makes me think the connection between my fate, my pray and my effort. I mostly let my pray flows slowly, struggle sufficiently and wait without hope. I don't even care whether my pray will get its actual answer or how far i have to pray, exactly I surrender to all my desire. The only thing I know for sure: everything that comes to my life has already been passed the God's gate, no need to worry, simply it just have to be like that, the answer to my pray (always between 'granted or replaced'). Pembuktian bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah hasil usaha dan doa mula...

Beratnya jatuh cinta hey

Happy holiday! (sudah didraft sejak Desember 2018) *Tulisan ini melanjutkan cerita pada post terdahulu berjudul "sedih sih, tapi bisa dilewatin kok" Mendapati kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan adalah hal wajar terjadi dalam hidup. Menurut gue, mengeluh pada sesuau yang tidak bisa diubah adalah kesia-siaan sejati, hanya buang-buang energi. Hal terpenting ketika harapan kita dipatahkan oleh semesta adalah dengan tetap tenang dan berpikir bagaimana cara menghadapinya dengan efektif. (bahasa-bahasa bekas tesis masih rada nempel lol). Gue jatuh cinta dan patah hati dalam 24 jam. Saat itu ketika dia sudah berhasil membuat gue tersenyum hanya dengan melihat foto-fotonya, gue ditikam kenyataan membaca obrolan ketika dia berbincang dengan perempuan yang dia panggil "sayang". Keadaannya saat itu di kamar gue gelap, dinding seolah menyempit dan selimut yang gue pakai menekan. Gue berpikir cepat untuk tetap tenang, menarik napas beberapa kali sambil mencoba m...

Sebuah perjalanan

Heyho! Judulnya gengges banget ya. Aku cuma ingin mendeklarasikan apa-apa saja yang ingin aku ungkapkan. Hari ini malem ke-29 ramadan, aku jadiin malem refleksi aja. Kita gak pernah tau ya taun depan akan menyapa ramadan lagi atau engga, kemudian sedih. Gak boleh sedih, nanti jerawatan lagi hahaha. Masalah hidup wanita banget. Udah terlalu lama ya gak nulis blog. FYI, eh aku udh bilang belum sih aku udah kerja ya now. Barusan ngecek previous post ternyata post setelah kerja tentang patah hati, ya Allah aku tau Engkau tak pernah lelah dengan hamba-Mu ini yang hidupnya gak jauh dari jatuh cinta dan patah hati. Aku anggap Sang Pencipta menertawakan perjalananku dengan cara memberi nikmat-nikmat lain yang pada akhirnya membawaku sampai hari ini. Ya allah makasih ya. Kesibukan aku 6 bulan kebelakang ini memang kerja ya, anak baru banget bos mohon maap masih jetlag, dikasih tanggung jawab, harus siap nerima dan mencari banyak ilmu, menghadapi bermacam karakter dan lainnya wa...

sedih sih, tapi bisa dilewatin kok....

Good day gengs! #Dia Seperti pada hari-hari biasanya, gue melihat dia di kantor. Sosoknya sangat jelas dan mencuri perhatian karena sikapnya yang menonjol, supel cenderung bad boy. Berbekal pengalaman mengenal sifat lelaki selama hampir 6 tahun berada di lingkungan dengan minoritas perempuan, gue yakin laki-laki ini adalah bakal calon temen yang asik. Tiap papasan, belum ada sapaan karena belum kenalan. Beberapa kali gue senyum-senyum aja ngarep diajak kenalan dan terus temenan. Sayang sekali ga kejadian, yaudah pasrah.  Hari itu, gue yakin adalah hari terbaik dalam hidup gue. Kesempatan kesekian gue bisa papasan sama sosok dia yang gue yakin didirinya ada banyak kesamaan sama diri gue. Saat itu gue antri ambil minum di belakang dia, sayang sekali dia tidak menoleh bahkan menyapa sedikitpun. Dia pergi begitu saja setelah cangkirnya penuh, kemudian menjauh. Tiba-tiba gue mendengar suara, Dia: "suka green tea gak?" Gue: (tentu saja gue menoleh ke sumber suara, ...

Kulineran di Palembang! (Part 2)

Image
Eyyy! Akhirnya lanjutan dari kulineran di Palembang part 1 selesai juga~~ Langsung aja mari kita bahas 10 menu lagi yang kita cobain di Palembang. Sungguh Palembang ini sangat aduhay. Kebetulan pas kesana cuacanya lagi gak begitu panas. Kemana-mana kita naik transportasi online atau jalan kaki. Tepat beberapa hari kita di Palembang, lagi heboh-hebohnya bentrok antara transportasi online dan konvensional bahkan sampe ada yang meninggal, jadi kalo mau pesen yang online harus rada mencari tempat pick up yang aman, demi keamanan bersama. Kalo pun gak ada yang mau anter/jemput, kita biasanya jalan kaki cus. Stay safe everybody! Okay ini beneran mau bahas menu makanan sekarang... 10. Pempek Chaplin Lokasi: sederetan sama pempek aan, jalan kaki rada ke dalem sedikit Harga : 1k-2k /pc Opini : ini yang enak pempek kulitnya. Jadi yang kita inget yang khas dari tiap merk aja. Kuahnya juga enak. Rasa pempek yang lain gak beda jauh sama merk-merk sebelumnya. Nah pempek kulit disini nempel ...

Kulineran di Palembang! (Part 1)

Image
Eyyy! Based on the title, tulisan ini khusus dibuat untuk (semoga) menginspirasi dan berbagi cerita aku serta kawan sejalur ketika menghabiskan waktu 4 hari 3 malam di Palembang. Kelompok kecil yang terpaksa terbentuk karena kesamaan kewajiban ini terdiri dari 4 orang yaitu aku sebagai delegasi Depok, temenku yang lain masing-masing dari delegasi Malang, Bontang dan Makassar. Tujuan utama ke Palembang itu adalah ikut konferens (ICECOS 2017) sebagai presenter (tsah~) dan tujuan yang lebih utama adalah kulineran! Kita berempat berasal dari kota yang berbeda-beda sehingga lidah kita ini sudah cukup representatif untuk menilai rasa tiap menu yang kita coba.  Hari pertama 21 Agustus 2017 Sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 08.30 pagi. Ngobrol sebentar kemudian mau langsung cabut cari makan dan kehebohan pertama terjadi. Ada demo angkot atau taksi mengenai transportasi online sehingga taksi bandara termasuk trans musi, damri beserta gocar maup...

sebuah cerita (1)

Wey! dalam sebulan terakhir ini gue merasa menjadi kurang bersyukur dan semakin sombong, ada satu titik dimana gue dipanggil perusahaan buat FGD (focus group discussion) padahal cuma kirim cv pagi, eh besoknya langsung FGD, kemudian lolos sampe interview. setelah interview, gue ngobrol sama temen gue yg udah kerja disitu, banyak banget inputan yang langsung bikin gue berdoa ga keterima. ASTAGFIRULLAH. entah ada dorongan darimana, saat itu gue sombong banget ngerasa bakal diterima, malah gelisah kalo diterima gimana. parah tolong hal ini jadi pelajaran ya, jadi manusia gaboleh takabur astagfirullah ya allah maapin. kepedean gue berlanjut sampai temen lain udah dapet kabar bahkan udah lanjut med-check dan psikotes. lah gue? samasekali ga dapet kabar hampir seminggu lewat. mulai panik mulai muhasabah, istigosah, resah dan gelisah. di saat yang sama gue jg ga lolos tes bumn, kan makin heboh ya idup. to be honest, gue tes kerja di beberapa perusahaan lain, tp perusahaan yg gue ceri...

mengurus diri sendiri

ayeay! (edisi bangga) salam hangat dari gue yang Alhamdulillah beneran bisa sidang bulan Juni dan insyaallah wisuda akhir Juli. Pingin banget pun nulis ttg perjuangan sampe akhirnya bisa sidang di post selanjutnya yes. (edisi loyo) salam hangat dari gue yang lg merasa banyak penolakan, seolah terpuruk, nyesel dan mempertanyakan apakah hidup gue bener apa engga. sering banget gue ngerasa diri gue bipolar, kadang seneng kadang sedih tapi dari dulu selalu bisa gue atasi sendiri, udah maklum. Tapi makin kesini makin parah, sampe bingung gue sama diri gue sendiri maunya apa. ini hanya pergolakan diri gue dan emosi gue aja tapi kadang nyamber ke orang sekitar. Gue sangat bersyukur berada disekitar orang-orang yang masih bisa memaklumi pas gue kumat, masih sabar meskipun gue kadang ngaco ngawur aneh pas bete. Sempet kepikiran kalo orang-orang itu pada akhirnya ga tahan bisa ga punya temen kali gue, sedih banget. pas kumat itu gue hanya perlu menyendiri, berpikir dan m...

nikahan

Selamat pagi! Pagi tadi gue baca suatu artikel yang menarik tapi karena bacanya masih ngantuk, gue bakal baca lagi nanti dengan lebih fokus, silakan baca disini . Artikel itu membuat gue ingin menulis ini. Sejak tingkat 3 kuliah, gue sudah mendoktrin orang-orang disekeliling gue kalo gue mau nikah cepet. Meskipun target 25 tahun itu bukan termasuk yang cepet juga, wajar aja. Yes I proudly declare that my life goal is having such a lovely family. Entah keyakinan darimana, gue merasa menikah dan berkeluarga adalah sebenar-benarnya tujuan hidup gue. Gue mau kok jalan-jalan keliling dunia, punya karir bagus, punya rumah, punya mobil, bahagiain orang tua dan sebagainya. Tapi gue merasa kebahagiaan hakiki gue itu ya berkeluarga. Menurut gue gampang aja kalo mau nikah itu, sesuai islam, bisa dibuat mudah makanya gue lantang banget bilang mau nikah seenteng itu~ BUT THE REALITY IS.. Setelah melewati tahap ga punya calon (masalah terbesar ketika mau nikah), gue mulai terbuka ma...

banyak bicara (5)

heyho! Sepertinya dgn judul banyak bicara ini jadi segmen excuse ga nulis yg ada faedahnya, semuanya tjurhat. sehat, ceu? I love wearing jeans, white/black t-shirts and flops. I love nail arts, body painting, tattoos. Haram emang, santay aja. Sebagai seorang muslim, menutup aurat tuh suatu kenikmatan ya. On the other hand, jeans robek-robek, kaos tangan pendek, rambut panjang terurai plus kacamata item dan topi: SO KEWL. Oya, plus small tattoo  di leher samping, would be perfect. Gue ga segaris keras itu effort demi terlihat cool sampe menjalankan yang haram. Meskipun udh pernah nyari kuteks tembus air which means halal dan tato yang juga nembus air. Harga kuteks yg halal itu 5 kali lipat kuteks biasa. Antara mau sok gaya tapi kesulitan ekonomi ya seus. Kalo tato pernah gue akalin pake hena di tangan dari pergelangan sampe hampir sikut, wow bangga banget sih itu. Karena hena emang ga permanen, memudar dan cenderung oren, jadilah tangan gue kaya karatan. Cuma ok...