Posts

Showing posts with the label places

Places you want to visit

Day 4. Places you want to visit. Bandara. Tidak sekarang, tidak hari ini, tidak besok, tidak dalam waktu dekat tapi nanti saat waktunya tepat. Dalam usaha untuk menemukan jawaban yang saat ini mungkin sudah ada. Sebelum akhirnya berbalik arah karena gerbang di depan sudah tertutup rapat dan bukan aku pemegang kuncinya. Sebelum datang waktu yang tepat, entah pun akan datang atau tidak. Menemukan jawaban dari pertanyaan yang sekuat tenaga ditanam agar setidaknya semua tetap dalam kendali. Apa daya semakin ditanam semakin aneh. Pertanyaan dengan awal mengapa katanya tidak selalu memiliki jawaban. Ada yang sebaiknya dibiarkan tanpa jawab. Pertanyaan: Why don't we try? Why it doesn't work on us? Why should we keep looking for other people? Manusia. Dibanding bersabar malah memilih memberi makan ego dengan pikiran dan asumsi tak berdasar. Lagi-lagi manusia. Pendirian kuat bisa sedikit goyah hanya dengan satu sapaan. Dan manusia. Mungkin bukan aku yang akan ada di bandara dan kalaupun...

Pasca sarjana - S2 - Bandung - Tenaga Listrik

Image
Heyho! Judulnya sangat tidak santai tapi demi keberfaedahan post ini gapapa ya. Dari banyak post tentang S2, ini harusnya jadi yang paling utama karena post lain kebanyakan sambat. Aku yakin tiap orang punya visi misi berbeda dalam hidupnya ketika ambil S2 selain dahaga akan ilmu pengetahuan. Aku cuma mau sharing, syukur-syukur bisa membantu kalian yang sudah atau akan ambil S2 ITB STEI jurusan Teknik Tenaga Listrik. Visi misi awalku memang ketertarikan dengan dunia arus kuat sehingga memutuskan untuk ambil jurusan ini. Setelahnya aku punya visi lain yaitu ingin lulus lebih cepat (3 semester, normalnya 4 semester) namun dengan track record yang mumpuni (dulu becandaan pas kuliah, lulus cepet either emang di wisuda atau DO, nauzubillah). Yaudah kan sambat lagi, markimul--mari kita mulai. Pertama, susun rencana mata kuliah yang akan diambil selama 3 semester (syarat lulus 36 SKS). Sebagai anak pindah jurusan (dari arus lemah ke arus kuat dan alone di Bandung), aku sanga...

Kulineran di Palembang! (Part 2)

Image
Eyyy! Akhirnya lanjutan dari kulineran di Palembang part 1 selesai juga~~ Langsung aja mari kita bahas 10 menu lagi yang kita cobain di Palembang. Sungguh Palembang ini sangat aduhay. Kebetulan pas kesana cuacanya lagi gak begitu panas. Kemana-mana kita naik transportasi online atau jalan kaki. Tepat beberapa hari kita di Palembang, lagi heboh-hebohnya bentrok antara transportasi online dan konvensional bahkan sampe ada yang meninggal, jadi kalo mau pesen yang online harus rada mencari tempat pick up yang aman, demi keamanan bersama. Kalo pun gak ada yang mau anter/jemput, kita biasanya jalan kaki cus. Stay safe everybody! Okay ini beneran mau bahas menu makanan sekarang... 10. Pempek Chaplin Lokasi: sederetan sama pempek aan, jalan kaki rada ke dalem sedikit Harga : 1k-2k /pc Opini : ini yang enak pempek kulitnya. Jadi yang kita inget yang khas dari tiap merk aja. Kuahnya juga enak. Rasa pempek yang lain gak beda jauh sama merk-merk sebelumnya. Nah pempek kulit disini nempel ...

Kulineran di Palembang! (Part 1)

Image
Eyyy! Based on the title, tulisan ini khusus dibuat untuk (semoga) menginspirasi dan berbagi cerita aku serta kawan sejalur ketika menghabiskan waktu 4 hari 3 malam di Palembang. Kelompok kecil yang terpaksa terbentuk karena kesamaan kewajiban ini terdiri dari 4 orang yaitu aku sebagai delegasi Depok, temenku yang lain masing-masing dari delegasi Malang, Bontang dan Makassar. Tujuan utama ke Palembang itu adalah ikut konferens (ICECOS 2017) sebagai presenter (tsah~) dan tujuan yang lebih utama adalah kulineran! Kita berempat berasal dari kota yang berbeda-beda sehingga lidah kita ini sudah cukup representatif untuk menilai rasa tiap menu yang kita coba.  Hari pertama 21 Agustus 2017 Sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 08.30 pagi. Ngobrol sebentar kemudian mau langsung cabut cari makan dan kehebohan pertama terjadi. Ada demo angkot atau taksi mengenai transportasi online sehingga taksi bandara termasuk trans musi, damri beserta gocar maup...

PENGAKUAN : Semester pertama magister power ITB

Image
Derapkan langkah tatap ke depan ITB citra ganesha... -lirik mars ITB (try to listen to this while reading) (credit to kupukupubiru) Satu hal yang menimbulkan semangat awal kuliah di ITB adalah marsnya bagus....for my own sake hehe. Tulisan ini dibuat tanpa paksaan pihak manapun tanpa dilebihkan dan dikurangkan. Jika pada akhirnya terpancar kesan berlebihan, semata-mata ini hanya dari sudut pandang penulis. One thing i believe surely..."it is really possible for everyone to get in this magister program in ITB, but the real struggle is to pass through every semester". Dua bulan pertama di semester ini....shock. Jujur aja ya, ITB ini sangat berbeda dengan kampus gue yang dulu, khususnya di jurusan yang sama (elektro UI). Ibaratnya udah nyemplung, mau gimana hahaha. Penyesalan gue awal-awal bulan gue balut dengan tertawa untuk meringankan sedikit beban kuliah ini. Hanya dengan 12 sks cukup membuat gue insecure sehari-hari mikirin hari esok apakah bisa dilew...

Hikmah Proses Diklat BUMN

catatan khusus: Gue tekankan disini gue bukan yang sedang atau sudah menjalani diklat ya. Gue hanya remaja perempuan menuju wanita dewasa, kebetulan baru lulus 3 bulan lalu, baru resign 1 bulan lalu, dan baru gagal masuk salah satu BUMN setelah 5 kali tes tepatnya 1 tes sebelum tes terakhir 2 bulan lalu. Meskipun begitu, alhamdulillah temen-temen gue sudah ada yang keterima di 2 BUMN berbeda dan gue mendapat cukup banyak cerita disela-sela waktu singkat mereka untuk boleh berkomunikasi dengan HP. Secara umum buat masuk BUMN itu berlapis-lapis ya tesnya tapi gue ga mau bahas itu karena masih kecewa sama kegagalan kemarin yang kecewanya melebihi kegagalan cinta (tapi boong).  Ketika sudah berhasil menembus lapisan tes tersebut, calon-calon-mapan-diusia-muda-bisa-nabung-buat-kredit-rumah-dan-siap-menikah-cepat ini akan diharuskan mengikuti diklat. Meskipun dapet cerita dari 2 orang di BUMN berbeda, tapi intinya sama aja prosesnya. Awal diklat calon-calon-mapan-bla-bla itu...

Tes Wawancara SPS STEI ITB

I really missed the time to write and now i wanna tell you guys about the details of the title.. Semenjak blog ini hanya sebagai diary elektronik tanpa memberi faedah nyata kepada remaja-yang-hobi-google-buat-nyari-jawaban-apapun-dan-percaya-aja-sama-blog-orang, dengan post ini semoga diary ini bisa ada manfaatnya sedikit... Jadi begini pengalaman tes wawancara buat masuk SPS STEI ITB (plus cerita full version seharian ya) Dari email yang masuk mengenai wawancara tertera bahwa email tersebut dikirim ke 8 orang yang menurut gue adalah temen seperjuangan. Persiapan gue buat wawancara adalah google dengan keywords pertanyaan-untuk-wawancara-sekolah-pasca-sarjana-itb-stei namun kurang memuaskan. Penemuan satu-satunya yang memuaskan adalah cerita di blog mengenai tes ini yang ditulis oleh seorang ibu dimana sedang hamil anak ke4 namun masih mau S2 *big applause*. Alhamdulillah blog si ibu memberikan semangat baru ke gue yang single-tapi-badannya-kaya-lagi-hamil-anak-kembar-empat ...

jembatan teksas

Image
Pernah tau jembatan teksas? jembatan teksas, univ. Indonesia Jembatan penghubung antara TEKnik dan SAStra. Waktu jadi mahasiswa baru, jembatan ini sering diomongin. Terlebih pas ada kegiatan yang harus jalan kaki dan harus lewat jembatan ini. Namanya jembatan “cinta“. Bukan fakta baru kalau teknik dominan laki-laki, dan sastra dominan perempuan. Dijembatan cinta inilah kaum laki-laki dan perempuan dipertemukan. Jodohnya anak teknik, ya anak sastra. Begitu ceritanya. Seiring berjalannya waktu, untuk merasakan momen jembatan cinta ini tak semudah seperti dongeng yang banyak beredar. Namun tak mematahkan semangat sedikitpun untuk bermimpi suatu saat akan bertemu dengan cinta dijembatan ini. Tidak ada yang spesial dijembatan ini, berwarna merah kokoh diatas danau lebar hijau. Mimpi itu sederhana. Ketika hujan datang dan menjebak dijembatan ini, akan ada sesosok yang datang –tentu dengan payungnya- untuk menjemput dan berbagi teduhan bersama. Sesederhana hanya air yang jatu...

THE BOOMS : TUMMY'S FRIENDSSS

Image
bukan. nama tempatnya bukan tummy's friendsss. tapi disini bakal gue jelasin tempat tempat makan yg gue datengin. 1. rawon ....duh namanya lupaaaa. udh dr jaman belanda. UENAK TENAN. harganya wajar sekitar 20-30rb an. OYA RAWON NGULING (abis gugeling). cabangnya ada beberapa. cuma geng hompimpalayiumgambreng dateng ke tempat aslinya. bener-bener kaya jaman dulu gitu, dari kursi, meja, sama alat-alat makannya. terutama dekorasinya. ga ada foto. soalnya terlalu laper jd ga foto2. hehehe 2. cafe gaul X banyak banget kan cafe gaul dimalang. ini salah satunya, ada didaerah komplek gitu. nyaman sih, cuma agak rame sama orang-orang yang 'minum' gitu. trs agak terlalu formal sih menurut gue. tapi karena brg temen2, yaaa ENJOY BANGET. ngobrol dari sabang sampe merauke. ga jelas juga yak, tapi teteo narsis, udh capek banget mukanya kucel emang cuma kita ber3 yang mau selalu eksis. 3. cafe gaul Y  nah ini cafe emang gaul buat anak muda. ada dipinggir jalan, tempatnya...