Posts

der Liebesbrief

Lieber Tyo, Meine Augen sehen oft deine Augen an. Ich mag dich, weil du mich sehr gut verstehen kannst. Du sollst mich nicht vergessen. Ein Abend ohne dich ist wie ein Morgen ohne Stern. Ich warte immer auf dich jeden Tag in meinem Traum. Hab keine Angst! Ich will immer dich schu"tzen. Du bist alles! Ich liebe dich. Viele liebe Grusse, Deine Tita.

kepada yang sedang jatuh hatinya

Begini ceritanya, Ketika hatinya telah jatuh pada sosok yang iya yakini ia tidak akan menjatuhkan hatinya pada sosok itu, ia menipu dirinya sendiri. Tentu sikapnya amat menunjukan bahwa ia terlena. Sosok itu tidak salah pun tidak sepenuhnya sempurna. Ia yakin ia menjalani semuanya dengan tidak memaksakan suatu hubungan serius, karena memang tidak bisa. Sosok itu telah jatuh pada hati lain yang memang juga jatuh padanya. Singkatnya ia tidak bisa bersama sosok itu semudah kita melihat daun terbawa angin. Pada akhirnya waktu telah menunjukan bahwa ia harus mengalah dan membuka mata bahwa ia telah kehilangan. Tapi tunggu sebentar... Sebelum itu, jauh sebelum ada sosok itu. Sebenar-benarnya ia telah memilih satu nama. Tapi hatinya batu dan otaknya terlalu cerdas hingga menolak nama itu untuk jadi calonnya. Nyatanya, ketika sosok di atas telah enggan menyapa, ia kembali pada nama ini. Nama ini lah yang sekarang benar ia jatuhkan hatinya. Emm maksudnya ia menjatuhkan hatinya pada...

#30harimenulissuratcinta Day - 29 "Angan dan Tujuan"

Kepada masa depan, Hai masa depan, bagaimana keadaan disana? Apakah sudah kau terima dengan baik takdir yang diberikan oleh-Nya untuk aku? Ada apa saja disana? Aku sangat ingin tahu meski hanya sekedar berangan-angan. Dipikiranku kau sedang tersenyum melihat aku berjuang disini untuk menuju mu nanti. Cukup berwarna kah aku di lembaran buku mu? Tentu kau sibuk sekali menyiapkan diri untuk dituju semua orang ya. Bisa beri aku bocoran sedikit mengenai aku di halaman berapa dan bergambar apa? Tentunya aku juga sibuk menyiapkan diri untuk menghadapimu nanti. Masih banyak undakan tangga yang harus ku lewati. Menjadi sarjana itu pasti harus aku lalui, sebagai salah satu undakan yang pasti membawaku ke dirimu, masa depan. Demi mu, aku berterimakasih banyak kepada osiloskop, kabel probe, sinyal input output dan juga solder yang dengan ikhlas membantuku menyelesaikan tugas akhirku. Biar kau tahu bahwa banyak yang membantuku untuk mencapaimu. Tidak lupa juga untuk yang selalu menelepon cuek h...

30harimenulissuratcinta Day - 11 "Surat Apa Adanya"

Kepada wanita yang tengah terduduk disebelah putranya, Salam kenal bu, biarkan saya tunjukan rasa hormat saya dengan memanggil ibu. Saat itu adalah saat pertama kita bertemu. Meskipun bukan saat pertama saya mengetahui rupa ibu, terlebih tentang kegiatan ibu sehari-hari sudah banyak saya dengar dari putra ibu sendiri. Saya mohon maaf sekali kalau memang pertemuan itu bukan disaat yang tepat dan yang ibu inginkan. Saya harap memang bukan karena keadaan yang salah, tapi bagaimanapun keadaannya sifat alamiah ibu seperti itu adanya. Pertemuan kali itu dengan ibu dan bapak memang sudah saya rencanakan dengan putra ibu. Mendengar ibu yang pendiam membuat saya ingin sekali mengajak ibu berbicara banyak karena memang saya sama sekali tidak pendiam. Mengenal ibu lebih baik, saya misikan. Saya yakin tidak ada orang yang sebegitu pendiamnya. Dengan pertanyaan dan obrolan hangat, saya harap bisa ada celotehan antara kita bu. Percayalah bu, saya habiskan malam-malam sebelum pertemuan itu deng...

#30harimenulissuratcinta Day - 8 Kemarin Sore dan Semalam

Kepada pemegang janji untuk pulang bersama, Sudah lama rupanya kita tidak menghabiskan waktu dengan menikmati sekeliling. Kita sebagai porosnya dan kerumunan muka beserta jajaran toko sebagai pemandangan yang berputar. Sore itu aku makan dengan lahap, capcay seafood yang dengan lincah kau ambil kuahnya untuk nasi goreng seafoodmu. Tak luput es jeruk ku juga kau minum setengah karena susu jahemu masih hangat. Lagi-lagi aku jatuh cinta. Setelah jatuh pada hati dibalik kemudi, kini aku jatuh pada hati yang menemaniku sesorean itu. Berjalan kaki ditengah hiruk pikuk untuk sampai distasiun. Sesekali kau tarik tanganku cepat karena meleng tak melihat motor melintas. Dan ini yang membuat aku jatuh lagi. Memang kau hanya seperti robot yang lebih banyak bertindak dari berbicara. Asiknya aku menikmati somay tidak sadar kalau kau mengeluarkan sesuatu dari tasmu. Aku hanya menahan tawa yang melonjak melihatmu susah payah membuka kotak kecil kemudian memakaikan gelang mutiara ditanganku. Iya ...

#30harimenulissuratcinta Day 6 - Kalau Tidak

Kepada pins, Wow aku dipaksa mengingatmu lagi sekarang, dari sekian banyak pertemuanku selama hidup hampir 22 tahun, entah mengapa untuk predikat pertemuan paling tak terduga ya hanya denganmu. Izinkan aku sedikit membuka memorimu akan hal itu, meski mungkin skrg sudah masuk 7tahunan kau dengan kasihmu, ya? :) .... .... .... Bagaimana bisa aku lupa kapan pertemuan kita, bulan apa, hari apa, tapi biarkan aku ulas setiap detilnya, aku mengingat secara sempurna untuk itu. Kalau tidak aku dan jurusanku diberi amanah membuat ajang lomba futsal sejabodetabek bandung, mungkin kita tak akan bertemu. Kalau tidak aku diberikan sifat sembrono, mungkin aku tak akan meneriakan nama dipunggungmu yang sedang bertanding dilapangan dari mic komentator. Kalau tidak aku memiliki keberanian, mungkin aku tak akan meminta temanku mengajakmu untuk berkenalan bersamaku Kalau tidak aku diberi kepercayaan menjadi mc acara penutupan lomba itu, aku tak akan disana bersama mu menjadi partner mc. Dan....

#30harimenulissuratcinta Day 5 - Sudah Lewat

Kepada B, yang berharap ditulisi surat kemarin Kau masih ada disana, dan akan selalu ada disana. Dulu mengapaku akan tanya itu tak pernah kau jawab, tp sekarang aku tidak akan bertanya lagi. Kelebihanmu itulah yang meluluhkan aku, dulu. Ketika aku dengan tegas menggelengkan kepala menepas angin diruang hampa, aku tidak akan tergoyah. Terutama karenamu. Siapa kau hei B? Siapa? Beraninya ada disana. Maaf untuk meremehkan mu sekali. Selalu ada disana. Tidak kah kau tahu aku sekuat tenaga menutup hati ini karena ia yang baru saja pergi. Tidak, tidak untukmu, karena masih untuknya. Tetapi kau masih saja ada disana. Tidak kah kau tahu aku enggan? Setidaknya sebagai juniormu saja aku menanggapi semua perhatianmu. Tak usah bertele-tele, macam kereta saja ceritaku tak pernah pendek, mulutku tak pernah singkat, apalagi pipiki yang selalu kau anggap over. Iya aku jatuh padamu karena selalu ada disana. Mengapa? Kau tak seserius itu? Hahaha. Bodohnya aku jatuh ya. Begitu juga teman-temanku me...