Posts

Pasca sarjana - S2 - Bandung - Tenaga Listrik

Image
Heyho! Judulnya sangat tidak santai tapi demi keberfaedahan post ini gapapa ya. Dari banyak post tentang S2, ini harusnya jadi yang paling utama karena post lain kebanyakan sambat. Aku yakin tiap orang punya visi misi berbeda dalam hidupnya ketika ambil S2 selain dahaga akan ilmu pengetahuan. Aku cuma mau sharing, syukur-syukur bisa membantu kalian yang sudah atau akan ambil S2 ITB STEI jurusan Teknik Tenaga Listrik. Visi misi awalku memang ketertarikan dengan dunia arus kuat sehingga memutuskan untuk ambil jurusan ini. Setelahnya aku punya visi lain yaitu ingin lulus lebih cepat (3 semester, normalnya 4 semester) namun dengan track record yang mumpuni (dulu becandaan pas kuliah, lulus cepet either emang di wisuda atau DO, nauzubillah). Yaudah kan sambat lagi, markimul--mari kita mulai. Pertama, susun rencana mata kuliah yang akan diambil selama 3 semester (syarat lulus 36 SKS). Sebagai anak pindah jurusan (dari arus lemah ke arus kuat dan alone di Bandung), aku sanga...

dari masa lalu, kemudian berlalu

heyho! disclaimer: tulisan ini tidak untuk menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak, hanya sekedar pikiran yang harus dicurahkan. kamu. sebulan atau dua bulan kemarin yang tiba-tiba datang lagi ke hidupku. kamu yang dua tahun ke belakang sudah tidak pernah terlintas apalagi ku rasakan. kamu yang ketika datang cukup membuatku tercengang, ah tapi kita sudah dewasa. kita (atau aku ya?) yang sudah secara gamblang dari awal pembicaraan membahas alasan apa yang membuat kamu datang lagi. aku sedang menjadi pengecut, langsung bertanya di mana kamu akan menghabiskan masa tua mu. hal ini penting karena kita terpisah 150km jauhnya. benarkan? kamu ingin menua di sana dan aku sedang berusaha agar bisa menua di tempat yang bahkan hampir 200km jaraknya dari domisilimu. awalnya tak ku hiraukan hadirmu sampai akhirnya kita berbicara lebih dalam lagi. aku tidak berani mendahului tuhan, jika tuhan menakdirkan pun aku bisa apa. kamu pun begitu. sejatinya sebagai makhluk kita hanya ...

My life directly is directed by the Director..

Heyho! Astagfirullahalazdim... This post sincerely is my thought about my experience that made me more confident living my life as it created to be by the Director. If it contains something that shows my pride over my Director, trust me that i don't mean that. (for the grammar also). Here i go! As i get older by the time, the Director shows me lots of thing which really makes me think the connection between my fate, my pray and my effort. I mostly let my pray flows slowly, struggle sufficiently and wait without hope. I don't even care whether my pray will get its actual answer or how far i have to pray, exactly I surrender to all my desire. The only thing I know for sure: everything that comes to my life has already been passed the God's gate, no need to worry, simply it just have to be like that, the answer to my pray (always between 'granted or replaced'). Pembuktian bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah hasil usaha dan doa mula...

Beratnya jatuh cinta hey

Happy holiday! (sudah didraft sejak Desember 2018) *Tulisan ini melanjutkan cerita pada post terdahulu berjudul "sedih sih, tapi bisa dilewatin kok" Mendapati kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan adalah hal wajar terjadi dalam hidup. Menurut gue, mengeluh pada sesuau yang tidak bisa diubah adalah kesia-siaan sejati, hanya buang-buang energi. Hal terpenting ketika harapan kita dipatahkan oleh semesta adalah dengan tetap tenang dan berpikir bagaimana cara menghadapinya dengan efektif. (bahasa-bahasa bekas tesis masih rada nempel lol). Gue jatuh cinta dan patah hati dalam 24 jam. Saat itu ketika dia sudah berhasil membuat gue tersenyum hanya dengan melihat foto-fotonya, gue ditikam kenyataan membaca obrolan ketika dia berbincang dengan perempuan yang dia panggil "sayang". Keadaannya saat itu di kamar gue gelap, dinding seolah menyempit dan selimut yang gue pakai menekan. Gue berpikir cepat untuk tetap tenang, menarik napas beberapa kali sambil mencoba m...

Sebuah perjalanan

Heyho! Judulnya gengges banget ya. Aku cuma ingin mendeklarasikan apa-apa saja yang ingin aku ungkapkan. Hari ini malem ke-29 ramadan, aku jadiin malem refleksi aja. Kita gak pernah tau ya taun depan akan menyapa ramadan lagi atau engga, kemudian sedih. Gak boleh sedih, nanti jerawatan lagi hahaha. Masalah hidup wanita banget. Udah terlalu lama ya gak nulis blog. FYI, eh aku udh bilang belum sih aku udah kerja ya now. Barusan ngecek previous post ternyata post setelah kerja tentang patah hati, ya Allah aku tau Engkau tak pernah lelah dengan hamba-Mu ini yang hidupnya gak jauh dari jatuh cinta dan patah hati. Aku anggap Sang Pencipta menertawakan perjalananku dengan cara memberi nikmat-nikmat lain yang pada akhirnya membawaku sampai hari ini. Ya allah makasih ya. Kesibukan aku 6 bulan kebelakang ini memang kerja ya, anak baru banget bos mohon maap masih jetlag, dikasih tanggung jawab, harus siap nerima dan mencari banyak ilmu, menghadapi bermacam karakter dan lainnya wa...

sedih sih, tapi bisa dilewatin kok....

Good day gengs! #Dia Seperti pada hari-hari biasanya, gue melihat dia di kantor. Sosoknya sangat jelas dan mencuri perhatian karena sikapnya yang menonjol, supel cenderung bad boy. Berbekal pengalaman mengenal sifat lelaki selama hampir 6 tahun berada di lingkungan dengan minoritas perempuan, gue yakin laki-laki ini adalah bakal calon temen yang asik. Tiap papasan, belum ada sapaan karena belum kenalan. Beberapa kali gue senyum-senyum aja ngarep diajak kenalan dan terus temenan. Sayang sekali ga kejadian, yaudah pasrah.  Hari itu, gue yakin adalah hari terbaik dalam hidup gue. Kesempatan kesekian gue bisa papasan sama sosok dia yang gue yakin didirinya ada banyak kesamaan sama diri gue. Saat itu gue antri ambil minum di belakang dia, sayang sekali dia tidak menoleh bahkan menyapa sedikitpun. Dia pergi begitu saja setelah cangkirnya penuh, kemudian menjauh. Tiba-tiba gue mendengar suara, Dia: "suka green tea gak?" Gue: (tentu saja gue menoleh ke sumber suara, ...

Kulineran di Palembang! (Part 2)

Image
Eyyy! Akhirnya lanjutan dari kulineran di Palembang part 1 selesai juga~~ Langsung aja mari kita bahas 10 menu lagi yang kita cobain di Palembang. Sungguh Palembang ini sangat aduhay. Kebetulan pas kesana cuacanya lagi gak begitu panas. Kemana-mana kita naik transportasi online atau jalan kaki. Tepat beberapa hari kita di Palembang, lagi heboh-hebohnya bentrok antara transportasi online dan konvensional bahkan sampe ada yang meninggal, jadi kalo mau pesen yang online harus rada mencari tempat pick up yang aman, demi keamanan bersama. Kalo pun gak ada yang mau anter/jemput, kita biasanya jalan kaki cus. Stay safe everybody! Okay ini beneran mau bahas menu makanan sekarang... 10. Pempek Chaplin Lokasi: sederetan sama pempek aan, jalan kaki rada ke dalem sedikit Harga : 1k-2k /pc Opini : ini yang enak pempek kulitnya. Jadi yang kita inget yang khas dari tiap merk aja. Kuahnya juga enak. Rasa pempek yang lain gak beda jauh sama merk-merk sebelumnya. Nah pempek kulit disini nempel ...